Kartolo Cs Antara Changi dan Frankfurt

Akhir Januari lalu saya, karena urusan pekerjaan, harus berangkat ke Dublin, Irlandia. Ini adalah kunjungan kedua saya di kota itu. Kunjungan pertama adalah beberapa tahun yang lalu. Bedanya ketika itu saya berangkat dari Praha, dan sekarang saya berangkat dari Jakarta.

Ketika urusan dokumen, transportasi dan akomodasi beres, ada satu urusan yang selalu ‘menghantui’ saya kalau sedang dalam keadaan akan melakukan travelling dengan menggunakan pesawat seperti ini. Urusan itu adalah urusan kenyamanan saat berada di atas pesawat. Entah kenapa, sugesti mungkin, saya nggak pernah merasa nyaman berada pada kondisi seperti di dalam pesawat yang melakukan rute penerbangan jarak jauh. Itulah kenapa saya jarang sekali memesan tiket di business class, apalagi di first class, karena duduk di kelas keduanya itu sama saja bagi saya, sama-sama merasa nggak nyaman, yang saya alami juga ketika duduk di economy class. Ketidaknyamanan itu bisa berbentuk macam-macam, yang paling sering adalah merasa (seakan-akan) perut mulas, duduk nggak nyaman, kedinginan, susah untuk sekedar memejamkan mata, dll.

Dalam perjalanan kali ini, saya memilih menggunakan penerbangan Lufthansa. Rutenya adalah Jakarta transit di Changi, Singapura lalu ke Frankfurt, transit juga di sana, setelah itu dilanjutkan ke Dublin. Total perjalanan ini akan memakan waktu 14-15 jam. Sebuah perjalanan udara yang terlihat akan sangat membosankan buat saya.

Jakarta – Changi saya lalui dengan mulus tanpa mules. Setelah transit beberapa saat di sana, here we go, perjalanan membosankan dimulai. Baru beberapa saat take off, saya sudah gelisah setengah mati. Dari mulai merasa nggak nyaman dengan AC pesawat sampai ke kaki yang kesemutan karena salah duduk. Pramugari yang sedari tadi berseliweran di lorong pesawat rupanya tanggap dan menghampiri saya ambil menanyakan apakah menikmati perjalanan ini. Sudah jelas jawabannya adalah tidak sama sekali. Lalu dia menawarkan minuman, saya pilih jasmine tea dengan berharap mood saya bisa netral kembali. Sejurus kemudian (halaah sejuruuus) saya tanyakan ke pramugari itu apakah saya bisa menyalakan iPod. Saya perlu menanyakan hal ini karena di beberapa maskapai ada yang melarang untuk menyalakan beberapa devices termasuk iPod. Cukup melegakan karena hal itu diperbolehkan.

Segera saja saya menyalakan iPod untuk sekedar memberikan sedikit rasa nyaman di hati, walau sebelum-sebelumnya musik dari iPod pun nggak banyak membantu mengusir ketidaknyamanan ketika melakukan perjalanan jauh seperti ini. Dengan shuffle mode, lagu yang terputar pertama adalah She wolf-nya Megadeth, setelah itu diikuti beberapa lagu yang sebelumnya memang sudah saya listing, seperti Dead Flower-nya Gilby Clarke & Axl Rose, Katy Perry, sampai ke OST nya Pendekar Rajawali Sakti yang sedang diputar di salah satu TV swasta yang dinyanyikan oleh Zhang Liang Ying. Tiba-tiba ketika berganti lagu, yang mulai berputar adalah gending jawa. Saya baru teringat bahwa saya juga me-listing beberapa cerita ludruk dari Kartolo Cs.

Wow, ini akan jadi hal yang menarik. Kenapa begitu? Saya biasanya mendengarkan cerita ludruk Kartolo Cs itu ketika akan beranjak tidur. Itu merupakan kenikmatan tersendiri buat saya. Mendengarkan tembang jula-juli, lawakan-lawakannya sampai ke sentilan mereka sambil berbaring itu heavenly, membuai dan karenanya saya nggak pernah sampai selesai mendengarkan satu episode dari cerita mereka, keburu tertidur karena terbuai. Nah disaat merasa tidak nyaman karena penerbangan jauh seperti ini, saya jadi penasaran apakah Kartolo Cs masih bisa membuai saya.

Dan apa yang terjadi?? Mereka berhasil melakukannya. Saya menjadi merasa sangat nyaman saat itu. Sempat tertidur sejenak ketika mendengarkan episode Kebo Kumpul Kancane, ketawa ketiwi sendiri saat mendengarkan Warung Kintel, sampai ngakak yang disertai pandangan heran penumpang lain saat mendengarkan episode Sepor India. Luar biasa. Saya heran kenapa pelawak-pelawak ini nggak bisa ‘sebesar’ Warkop DKI, karena seharusnya mereka bisa disejajarkan dengan Warkop.

Changi – Frankfurt pun jadi tidak berasa. Ujug-ujug wis tekan.

Ketika berada di Airport Frankfurt, sambil menunggu penerbangan selanjutnya ke Dublin, saya memilih untuk ‘menyimpan’ beberapa episode untuk tidak saya dengarkan di ruang tunggu itu. Dengan beberapa episode yang tersisa, tentu Frankfurt – Dublin bakal jadi tidak berarti. Dan kali ini perjalanan saya begitu menyenangkan karena Kartolo Cs.

Bagi yang ingin mengenal lebih jauh siapa itu Cak Kartolo, silahkan kunjungi link http://indonesiaindonesia.com/f/110363-kartolo-tokoh-ludruk-jawa-timur/ .

Tips melakukan perjalanan jauh dengan pesawat:

  1. Sebelum berangkat makanlah dengan secukupnya, jangan terlalu banyak sehingga bisa memberikan rasa nyaman di perut.
  2. Bawalah sesuatu yang menjadi kesenangan anda, bisa iPod seperti yang saya lakukan, buku favorit ataupun hal lainnya yang bisa ‘membunuh’ waktu’
  3. Supaya selalu fit saat di atas pesawat, banyak-banyaklah minum air putih untuk menghindari dehidrasi mengingat udara di atas pesawat itu adalah udara yang kering.
  4. Cari posisi dan cara duduk yang dirasakan paling nyaman, untuk kemudian berusaha memejamkan mata sekejap atau bahkan sampai terlelap.
  5. Make conversation dengan penumpang di sebelah anda. Cari tahu apakah dia berkenan untuk mengobrol lebih jauh atau hanya cukup say hi doang. Mengobrol dengan orang yang baru dikenal terkadang bisa memberikan pengalaman yang menyenangkan.
Advertisements

One thought on “Kartolo Cs Antara Changi dan Frankfurt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s